Siswa MAN Sibolga Praktik Olah Kelapa Jadi VCO
08 Agustus 2025
175 Views
Sibolga (Humas) – Siswa Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan praktik pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PHP).
Sibolga (Humas) – Siswa Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan praktik pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) melalui proses fermentasi sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PHP). Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas madrasah dengan memanfaatkan peralatan sederhana yang mudah didapat.
Praktik ini dipandu langsung oleh guru pengampu, Affan Bagus Handoko, yang membimbing siswa mulai dari tahap persiapan bahan, proses pemarutan kelapa, pemerasan santan, hingga tahap fermentasi untuk menghasilkan minyak kelapa murni. VCO dikenal sebagai produk alami yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga merawat kulit.
Dalam pembelajarannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bertugas mengolah kelapa menjadi VCO dengan mengikuti prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya. Proses fermentasi dilakukan dengan memanfaatkan enzim alami yang memisahkan minyak dari air santan, sehingga menghasilkan VCO berkualitas tinggi tanpa bahan kimia tambahan.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran praktik seperti ini sangat penting untuk melatih keterampilan wirausaha siswa sekaligus memberikan wawasan tentang potensi pengolahan sumber daya alam lokal. “Kegiatan seperti ini bukan hanya memberi pengetahuan, tapi juga membentuk keterampilan yang bisa bermanfaat secara ekonomi di masa depan. Siswa belajar bahwa dari bahan sederhana pun dapat dihasilkan produk bernilai tinggi,” ujarnya.
Para siswa terlihat antusias selama praktik berlangsung. Mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan VCO, tetapi juga diajarkan cara mengemas produk secara sederhana dan menarik. Hal ini diharapkan dapat memacu semangat berwirausaha di kalangan pelajar.
Affan Bagus Handoko menjelaskan bahwa praktik ini juga mengajarkan prinsip efisiensi dan kebersihan dalam proses produksi. “Kami ingin siswa memahami bahwa kualitas produk sangat ditentukan oleh cara pengolahan yang higienis dan teliti,” jelasnya.
Dengan selesainya praktik ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal, serta memiliki bekal keterampilan yang dapat menunjang masa depan mereka, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (IMS)
Suara Tamu
Tinggalkan Komentar