Satgas Anti Bullying MAN Sibolga Resmi Dibentuk

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga mengambil langkah nyata dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying. Satgas ini dikukuhkan secara resmi di halaman madrasah, Jumat (17/01/25), dan diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKanKemenag) Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis.

Satgas Anti Bullying MAN Sibolga Resmi Dibentuk

Sibolga (Humas) – Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga mengambil langkah nyata dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying. Satgas ini dikukuhkan secara resmi di halaman madrasah, Jumat (17/01/25), dan diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKanKemenag) Kota Sibolga, Muhammad Rosyadi Lubis.

Satgas Anti-Bullying ini diisi oleh para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), dengan Ketua OSIM dan MPK didapuk sebagai pemimpin utama. Mereka akan bertanggung jawab dalam mencegah, menangani, dan memberikan pendampingan dalam setiap kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Rosyadi menegaskan pentingnya langkah ini sebagai upaya membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab. “Satgas Anti-Bullying ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap kenyamanan siswa di madrasah. Dengan keberadaan Satgas ini, saya berharap tidak ada lagi kasus perundungan yang dapat merusak keharmonisan belajar di sini,” ujar beliau.

Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, juga menyampaikan dukungannya terhadap peran strategis Satgas dalam menciptakan lingkungan yang positif. “Kami akan terus mendampingi Satgas dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya itu, kami juga akan memberikan pelatihan yang diperlukan agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara mencegah dan menangani perundungan dengan bijak,” tuturnya.

Selain itu, acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh para guru, Pengawas Madrasah dan komite madrasah. Mereka menyambut baik pembentukan Satgas ini sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi terjadinya perundungan di sekolah.

Salah satu siswa yang menjabat sebagai Ketua OSIM sekaligus Ketua Satgas Anti-Bullying, Suci Amelia, menyampaikan antusiasmenya. “Kami merasa bangga diberi kepercayaan untuk menjalankan amanah ini. Kami akan berusaha menjadi contoh yang baik bagi teman-teman, menciptakan lingkungan sekolah yang penuh rasa saling menghargai dan mendukung,” ungkapnya.

Satgas ini memiliki tugas utama, seperti melakukan sosialisasi terkait dampak buruk bullying, membuka layanan pengaduan untuk siswa, dan memberikan pendampingan kepada korban. Mereka juga berencana menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan suasana belajar yang harmonis.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kota Sibolga untuk mengadopsi program serupa. Dengan adanya Satgas Anti-Bullying, siswa di MAN Sibolga kini memiliki ruang aman untuk belajar, berprestasi, dan berkembang sebagai generasi muda yang berkarakter positif.

LINK TERKAIT