Penguatan Karakter, MAN Sibolga Finalisasi Rapor P5PPRA
Dalam rangka memastikan kelancaran dan ketepatan proses pengisian rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5PPRA), Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan kegiatan monitoring dan bimbingan teknis kepada wali kelas dan guru kelas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, di ruang guru utama MAN Sibolga.
Sibolga (Humas) — Dalam rangka memastikan kelancaran dan ketepatan proses pengisian rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5PPRA), Madrasah Aliyah Negeri Sibolga melaksanakan kegiatan monitoring dan bimbingan teknis kepada wali kelas dan guru kelas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, di ruang guru utama MAN Sibolga.
Monitoring dan pendampingan ini dipandu langsung oleh Operator Madrasah, Salwa Ghaitsa Maylavia, yang bekerja sama dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Azwan Amin. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengisian rapor P5PPRA sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi teknis, format, maupun substansi penilaian.
Rapor P5PPRA merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, yang menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik melalui proyek tematik lintas mata pelajaran yang menanamkan nilai-nilai Pancasila serta wawasan keislaman yang moderat dan aplikatif.
Dalam arahannya, Azwan Amin menegaskan pentingnya pengisian rapor P5PPRA dilakukan secara cermat, objektif, dan kontekstual. Ia meminta setiap wali kelas dan guru pelaksana proyek tidak sekadar mengisi nilai secara administratif, tetapi benar-benar merefleksikan perkembangan karakter dan kompetensi sosial siswa yang diobservasi selama kegiatan proyek.
“Rapor P5PPRA bukan hanya isian angka atau kalimat deskriptif biasa. Ini adalah bentuk narasi pendidikan karakter siswa yang harus ditulis dengan penuh tanggung jawab dan pengamatan yang utuh,” ujarnya kepada peserta bimbingan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif wali kelas dalam pelaksanaan proyek P5PPRA selama semester berjalan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dedikasi guru dalam membimbing siswa menjalankan aksi nyata dalam tema-tema seperti kebinekaan global, gaya hidup berkelanjutan, dan kearifan lokal.
Sementara itu, Salwa Ghaitsa selaku operator madrasah menjelaskan secara teknis alur dan format pengisian rapor pada sistem yang telah disediakan. Ia menampilkan contoh-contoh pengisian rapor P5PPRA berdasarkan format Kementerian Agama dan memberikan simulasi langsung kepada guru agar tidak terjadi kesalahan input data.
“Sebagian guru sudah mengisi dengan baik, tapi kami ingin pastikan tidak ada kendala teknis hingga akhir proses. Selain itu, kami juga sampaikan format narasi yang sesuai agar karakter siswa tergambar dengan baik dalam penilaian akhir,” jelas Salwa.
Para wali kelas dan guru terlihat antusias mengikuti sesi tersebut. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama terkait cara menyusun narasi rapor yang efektif, mencakup aspek sikap spiritual, sosial, dan keterampilan yang muncul selama proyek berlangsung.
Melalui kegiatan ini, MAN Sibolga menunjukkan komitmennya untuk menjalankan Kurikulum Merdeka secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga evaluasi yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan serta keislaman.
Rapor P5PPRA yang akan dibagikan kepada orang tua siswa di akhir semester ini diharapkan dapat menjadi cerminan capaian siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu tampak dalam mata pelajaran konvensional, namun sangat penting untuk membentuk generasi yang berakhlak, peduli, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. (IMS)
Suara Tamu
Tinggalkan Komentar