MAN Sibolga Tegaskan Komitmen Anti Bullying Lewat Deklarasi Baru
Suasana halaman MAN Sibolga terasa lebih khidmat dari biasanya. Pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) diisi dengan kegiatan penting dan penuh makna, seluruh siswa baru secara bersama-sama melakukan deklarasi anti bullying sebagai bentuk komitmen menciptakan madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari kekerasan.
Sibolga (Humas) — Suasana halaman MAN Sibolga terasa lebih khidmat dari biasanya. Pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) diisi dengan kegiatan penting dan penuh makna, seluruh siswa baru secara bersama-sama melakukan deklarasi anti bullying sebagai bentuk komitmen menciptakan madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Petunjuk Teknis Matsama Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Dalam juknis tersebut ditegaskan bahwa penguatan kesadaran akan bahaya bullying dan pencegahannya menjadi bagian wajib dari pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru. Sebelum pembacaan deklarasi, seluruh peserta menerima materi tentang bullying yang disampaikan oleh guru pendamping. Materi tersebut mengupas bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap psikologis korban, dan bagaimana cara bersikap serta bertindak jika melihat atau mengalami bullying. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami dan terlibat.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Julinar Sipahutar, menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan budaya madrasah. “Kita ingin peserta didik sejak awal memahami bahwa madrasah ini tidak memberi ruang untuk perundungan dalam bentuk apa pun. Semua siswa harus merasa aman, dihargai, dan didukung,” ujarnya di hadapan para siswa.
Pembacaan deklarasi dipandu oleh perwakilan peserta didik dan diikuti oleh seluruh siswa baru secara serempak. Pernyataan yang mereka ikrarkan menegaskan komitmen untuk tidak melakukan bullying, tidak membiarkan bullying terjadi, dan siap menjadi bagian dari lingkungan yang saling menjaga dan menghormati satu sama lain.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, dalam arahannya menyambut baik deklarasi ini dan berharap bukan hanya menjadi janji, tetapi menjadi budaya nyata dalam kehidupan madrasah. “Mulai hari ini, kita semua baik siswa baru maupun lama adalah pelindung satu sama lain. Kita ciptakan madrasah ini sebagai rumah kedua, tempat kita bisa belajar dan tumbuh tanpa rasa takut,” ucapnya.
Sebagai bentuk simbolik, seluruh peserta juga memberikan cap tangan pada kain spanduk bertuliskan komitmen anti bullying yang nantinya akan dipasang di lingkungan madrasah. Cap tangan itu menjadi penegas bahwa deklarasi bukan sekadar kata, melainkan sikap bersama.
Dengan terlaksananya deklarasi ini, MAN Sibolga menjadi salah satu madrasah yang telah menyatakan komitmen terbuka untuk mendukung gerakan madrasah ramah anak, sebagaimana yang menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan nasional. Deklarasi ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan bullying adalah tanggung jawab bersama, yang dimulai dari kesadaran, edukasi, dan aksi nyata. (IMS)
Suara Tamu
Tinggalkan Komentar