MAN Sibolga Mantapkan Persiapan Ujian Sumatra Digital, Sejalan dengan Asta Protas Kemenag
Madrasah Aliyah Negeri Sibolga menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) yang akan berlangsung pada 26 Mei hingga 10 Juni 2025
Sibolga (Humas) - Menyambut akhir tahun ajaran 2024/2025, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) yang akan berlangsung pada 26 Mei hingga 10 Juni 2025. Digelar di ruang guru madrasah, agenda ini menjadi bukti nyata konsistensi MAN Sibolga dalam menjalankan tata kelola digital, sejalan dengan arah kebijakan Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menekankan bahwa pelaksanaan SAT bukan semata rutinitas akademik, melainkan bagian dari transformasi sistem pendidikan madrasah menuju ekosistem digital. “Digitalisasi tata kelola adalah satu dari delapan fokus Asta Protas Kemenag RI. Dan kami di MAN Sibolga telah melangkah ke arah itu sejak beberapa tahun terakhir, mulai dari asesmen digital, presensi online, hingga website yang terintegrasi,” ungkapnya.
SAT tahun ini akan kembali menggunakan aplikasi Madaris, sebuah platform digital yang memungkinkan pelaksanaan ujian secara paperless, realtime, dan terintegrasi. Guru dan siswa telah terbiasa dengan aplikasi ini, berkat pengalaman pada berbagai asesmen sebelumnya, termasuk ujian tengah semester dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Azwan Amin, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian dirancang berbasis literasi dan numerasi, dengan pendekatan higher order thinking skills (HOTS). “Mata pelajaran eksakta akan menguji siswa dengan 15 soal pilihan ganda dan 5 soal esai, sementara non-eksakta memiliki 20 pilihan ganda dan 5 esai. Semuanya dirancang agar siswa mampu membaca konteks, menganalisis informasi, dan menalar secara logis,” paparnya.
Dalam sesi pemaparan teknis, Guru TIK MAN Sibolga, Apri Wardi, menyampaikan kesiapan infrastruktur. “Aplikasi Madaris akan diakses melalui jaringan intranet madrasah yang stabil. Setiap ruang ujian dipantau oleh pengawas. Kami juga siapkan skenario cadangan, baik untuk troubleshooting maupun sesi susulan jika dibutuhkan,” jelasnya.
Lebih jauh, Apri menekankan bahwa keunggulan aplikasi Madaris terletak pada kemampuannya mencatat waktu pengerjaan, akurasi jawaban, hingga jejak digital siswa secara detail. Hal ini mendukung transparansi dan akuntabilitas, serta membangun budaya kejujuran digital di kalangan peserta didik.
Dalam forum diskusi, para guru menyambut baik penerapan ujian berbasis digital yang konsisten. “Kami tidak lagi ragu dengan sistem digital ini. Justru sekarang siswa lebih nyaman karena familiar dengan pola soal berbasis literasi, dan kami sebagai guru bisa lebih fokus pada analisis hasil dibanding pengumpulan lembar jawaban,” ujar salah satu guru Bahasa Indonesia, Rizky Asnita.
MAN Sibolga telah menjadikan transformasi digital bukan hanya sebagai proyek kebijakan, tetapi sebagai budaya kerja. Dengan tata kelola digital yang terus diperkuat dan SDM yang terlatih, madrasah ini bisa menjadi contoh pelaksanaan Asta Protas di wilayahnya.
Rapat ditutup dengan penetapan jadwal teknis pelaksanaan, pembagian tugas panitia, dan simulasi penggunaan aplikasi oleh seluruh guru yang akan bertugas. Kepala madrasah menegaskan bahwa kualitas asesmen harus setara dengan sistemnya. “Teknologi adalah alat, tetapi nilai utamanya ada pada integritas, kolaborasi, dan visi bersama untuk memajukan pendidikan madrasah,” tutup Nurul.
Dengan sistem digital yang mapan, infrastruktur siap, dan kolaborasi tim yang solid, MAN Sibolga kembali membuktikan dirinya sebagai madrasah unggul yang tak hanya mengikuti arus, tetapi menjadi pemimpin dalam inovasi pendidikan berbasis teknologi. (IMS)
Suara Tamu
Tinggalkan Komentar