
Sibolga (Humas) — Dalam upaya mewujudkan tata kelola madrasah yang bersih, profesional, dan akuntabel, Madrasah Aliyah Negeri Sibolga kembali menggelar rapat kerja Zona Integritas (ZI) pada Senin, 16 Juni 2025. Rapat ini secara khusus membahas Area 3, yaitu Kelompok Kerja Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, sebagai bagian dari enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, selaku penanggung jawab utama pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah. Turut hadir dalam rapat tersebut Dahler Siregar sebagai Ketua Zona Integritas MAN Sibolga, Novridayanti sebagai Sekretaris ZI, serta Julinar Sipahutar yang bertindak sebagai Koordinator Area 3 sekaligus memimpin kelompok kerja bidang penataan sistem manajemen SDM.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB di ruang rapat kepala madrasah dan diikuti oleh seluruh anggota kelompok kerja Area 3 yang terdiri dari tenaga pendidik dan kependidikan. Dalam rapat ini, seluruh peserta membahas langkah-langkah strategis dalam merumuskan, mengevaluasi, dan memperkuat sistem pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan madrasah, mencakup aspek perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, hingga sistem monitoring kinerja.
Dalam arahannya, Kepala MAN Sibolga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak bisa dilepaskan dari kualitas pengelolaan SDM. Menurutnya, penataan manajemen SDM yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan layanan pendidikan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada mutu.
“Sumber daya manusia adalah motor utama perubahan. Kita tidak akan mampu menjalankan reformasi birokrasi jika tata kelola SDM masih konvensional dan tidak berbasis kinerja. Maka Area 3 ini menjadi sangat krusial dalam mewujudkan madrasah yang benar-benar melayani,” tegas Nurul.
Koordinator Area 3, Julinar Sipahutar, memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan, mulai dari penataan ulang deskripsi kerja sesuai tupoksi, penguatan sistem penilaian kinerja guru dan pegawai berbasis instrumen digital, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengembangan karier dan pelatihan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu di MAN Sibolga memiliki peran yang jelas, terukur, dan terus bertumbuh sesuai dengan kebutuhan madrasah dan perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dahler Siregar sebagai Ketua ZI mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh koordinator dan anggota kelompok kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar area agar reformasi tidak berjalan parsial.
“Setiap area harus saling menguatkan. Hari ini kita fokus di Area 3, tapi esensinya tetap satu yaitu menciptakan budaya kerja yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab,” katanya.
Rapat berlangsung dinamis dan produktif, ditandai dengan banyaknya masukan dari peserta mengenai kebutuhan pelatihan, evaluasi beban kerja, serta sistem apresiasi berbasis kinerja yang berkeadilan.
Dengan dilaksanakannya rapat ini, MAN Sibolga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya kerja madrasah yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Penataan sistem manajemen SDM bukan hanya upaya administratif, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mewujudkan aparatur madrasah yang berintegritas dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dan pendidik generasi bangsa. (IMS)










Suara Tamu
Tinggalkan Komentar