LDK OSIM-MPK Resmi Digelar di MAN Sibolga

Semangat membentuk generasi pemimpin yang berkarakter dan bertanggung jawab kembali digaungkan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Sibolga. Sabtu pagi, 21 Juni 2025, Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, secara resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh seluruh pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) masa bakti 2025/2026.

LDK OSIM-MPK Resmi Digelar di MAN Sibolga
Sibolga (Humas) — Semangat membentuk generasi pemimpin yang berkarakter dan bertanggung jawab kembali digaungkan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Sibolga. Sabtu pagi, 21 Juni 2025, Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, secara resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh seluruh pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) masa bakti 2025/2026.
Pembukaan LDK berlangsung di halaman utama madrasah, disambut dengan antusias oleh para peserta, dewan guru, serta para pembina OSIM dan MPK. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan madrasah yang menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kerja tim, dan tanggung jawab sosial kepada siswa-siswi terpilih yang akan menjalankan roda organisasi kesiswaan selama satu tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Sibolga menekankan bahwa menjadi pemimpin bukanlah sekadar jabatan atau simbol, tetapi amanah besar yang menuntut integritas, keteladanan, dan kemampuan untuk menginspirasi. Ia menyebut bahwa melalui LDK, peserta diharapkan mampu mengenal potensi diri sekaligus memahami dinamika organisasi dengan pendekatan karakter Islami.
“Menjadi pemimpin bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang. Pemimpin itu hadir dalam keteladanan, dalam tanggung jawab, dan dalam kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Di madrasah ini, kami ingin kalian tumbuh sebagai pemimpin yang tangguh dan berakhlak mulia,” ujar kepala madrasah penuh semangat.
Ia juga memberikan pesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan LDK dengan serius, menjadikan setiap sesi sebagai pembelajaran yang akan membekali mereka tidak hanya untuk mengurus organisasi, tetapi juga untuk kehidupan masa depan.
Kegiatan LDK tahun ini mengusung pendekatan pelatihan aktif dan aplikatif. Para peserta akan menjalani berbagai materi, mulai dari pengenalan dasar kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, hingga simulasi sidang OSIM dan MPK. Selain materi indoor, kegiatan juga dilengkapi dengan latihan lapangan yang dirancang untuk menguji kekompakan, ketahanan mental, dan kemampuan memimpin dalam situasi nyata.
Sebelum pembukaan resmi, para peserta telah mengikuti kegiatan Pra-LDK yang dilaksanakan dua hari sebelumnya, yakni Kamis, 19 Juni 2025. Dalam pra-kegiatan tersebut, peserta membuat paper bag sebagai wadah atribut lapangan, mengikuti briefing teknis, dan menjalani gladi pembukaan sebagai persiapan.
Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Julinar Sipahutar, yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan bahwa LDK merupakan fondasi utama dalam pembinaan kesiswaan di MAN Sibolga. Ia berharap, setelah kegiatan ini, para peserta mampu menjalankan peran mereka secara aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan madrasah.
“Kita tidak mendidik mereka menjadi penguasa organisasi, tapi pelayan yang siap menggerakkan dan memberi energi positif di lingkungannya,” tegas Julinar.
Salah satu peserta, Fildzatussalwa Prahmana, menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, LDK adalah pengalaman baru yang menantang, sekaligus sarana untuk mengenal lebih jauh potensi dirinya dan rekan-rekan satu tim.
“Kami siap belajar, siap diuji, dan siap tumbuh. LDK ini bukan hanya soal menjadi pengurus OSIM, tapi juga menjadi manusia yang lebih tangguh dan peduli,” ujarnya.
Dengan terlaksananya pembukaan LDK ini, MAN Sibolga menegaskan kembali komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kepemimpinan bukan sekadar program, tetapi budaya yang terus ditanamkan demi melahirkan kader-kader bangsa yang berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia. (IMS)

Suara Tamu

Tinggalkan Komentar
LINK TERKAIT