Langkah Nyata MAN Sibolga Wujudkan Zona Integrits
Dalam langkah serius menuju pelayanan publik yang bersih dan akuntabel, MAN Sibolga menggelar rapat kerja bersama tim pembangunan Zona Integritas pada Kamis (15/5), bertempat di ruang rapat madrasah.
Sibolga (Humas) - Dalam langkah serius menuju pelayanan publik yang bersih dan akuntabel, MAN Sibolga menggelar rapat kerja bersama tim pembangunan Zona Integritas pada Kamis (15/5), bertempat di ruang rapat madrasah. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari penunjukan MAN Sibolga sebagai salah satu madrasah pilot project penerapan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, dan dihadiri oleh seluruh anggota tim kerja pembangunan Zona Integritas yang terdiri dari Kepala Tata Usaha selaku Ketua Tim, para wakil kepala, serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan prinsip-prinsip integritas sebagai pondasi utama dalam memberikan layanan yang prima kepada masyarakat.
“Kita bukan sekadar memenuhi instruksi pusat. Ini tentang reformasi budaya kerja kita. Zona Integritas adalah wajah baru madrasah yang melayani dengan hati, tanpa pungutan liar, tanpa birokrasi berbelit,” ungkap Zulkifli dengan penuh keyakinan.
Penunjukan MAN Sibolga sebagai pilot project Zona Integritas merupakan kehormatan sekaligus tantangan. Sebagai madrasah rujukan, MAN Sibolga dituntut menunjukkan transformasi nyata dalam hal pelayanan publik, tata kelola kelembagaan, dan penguatan sistem pengawasan internal. Untuk itu, pertemuan ini menjadi ruang strategis menyamakan persepsi serta membagi peran dan tanggung jawab antar anggota tim kerja.
Ketua Tim Zona Integritas, Dahler Siregar, dalam paparannya menyampaikan enam area perubahan utama yang akan menjadi fokus kerja tim: manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Setiap area ini akan dikoordinasikan oleh sub-tim kerja yang telah ditentukan sebelumnya.
“Kami ingin membuktikan bahwa madrasah juga bisa setransparan dan seefisien institusi mana pun. Madrasah hebat bukan hanya dari prestasi akademik, tapi juga dari integritasnya,” ujarnya.
Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi terbuka, masukan, serta komitmen dari para guru dan tenaga kependidikan. Beberapa inovasi pelayanan publik juga mulai disiapkan, seperti optimalisasi layanan digital administrasi siswa, pelaporan kinerja secara daring, serta peningkatan layanan informasi publik melalui media sosial resmi madrasah.
Dalam penutupan rapat, Kepala Madrasah kembali menekankan pentingnya peran serta seluruh warga MAN Sibolga dalam menjaga semangat Zona Integritas ini. “Ini bukan tugas satu dua orang. Ini adalah gerakan kolektif. Hanya dengan soliditas dan konsistensi, kita bisa wujudkan MAN Sibolga sebagai madrasah yang benar-benar dipercaya publik,” tutupnya.
Dengan dilaksanakannya rapat ini, MAN Sibolga menandai langkah awal yang serius dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Harapan besar pun mengiringi perjalanan madrasah ini menuju predikat WBK/WBBM demi pelayanan publik yang lebih baik, bersih, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (IMS)
Suara Tamu
Tinggalkan Komentar