- HOME
- PROFIL
- AKUNTABILITAS KINERJA
- PPID
- ZONA INT (ZI)
- E-OFFICE
- KEUNGGULAN
- HUMAS
×

Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN Sibolga mengadakan program bimbingan intensif bagi siswa kelas XII untuk membantu mereka menentukan pilihan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Program ini bertujuan untuk memetakan minat dan bakat siswa sehingga dapat mendukung keputusan mereka dalam menentukan langkah akademik dan karier di masa depan.
Sibolga (Humas) – Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN Sibolga mengadakan program bimbingan intensif bagi siswa kelas XII untuk membantu mereka menentukan pilihan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Program ini bertujuan untuk memetakan minat dan bakat siswa sehingga dapat mendukung keputusan mereka dalam menentukan langkah akademik dan karier di masa depan.
Hepsi Herawati, selaku guru BK MAN Sibolga, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung keberhasilan siswa. "Kami ingin memastikan siswa tidak hanya memilih jurusan secara asal-asalan, tetapi berdasarkan potensi diri dan prospek masa depan. Keputusan yang matang akan membantu mereka menghadapi persaingan di dunia pendidikan tinggi," ujarnya.
Program bimbingan ini dimulai dengan pelaksanaan tes minat dan bakat untuk seluruh siswa kelas XII. Tes ini dirancang untuk mengidentifikasi kecenderungan karier dan potensi akademik siswa. Hasil tes kemudian dijadikan acuan dalam sesi diskusi kelompok dan konsultasi individu.
Dalam sesi diskusi kelompok, guru BK memberikan informasi detail mengenai berbagai jurusan di PTN, termasuk peluang kerja dan tantangan di masing-masing bidang. Sementara itu, sesi konsultasi individu menjadi ruang bagi siswa untuk mendiskusikan pilihan mereka secara mendalam bersama guru BK, dengan fokus pada kekuatan pribadi dan tujuan jangka panjang.
Wali kelas turut berperan aktif dalam program ini dengan memberikan motivasi dan pendampingan kepada siswa. Menurut Nursaniah Gultom, wali kelas XII C, kolaborasi antara guru BK dan wali kelas sangat penting dalam mendukung siswa. "Kami sering berdiskusi dengan guru BK untuk memahami kondisi siswa secara menyeluruh. Sebagai wali kelas, kami juga membantu memberikan pandangan yang objektif agar siswa dapat mengambil keputusan dengan percaya diri," jelasnya.
Nursaniah menambahkan bahwa peran wali kelas tidak hanya sebagai pendamping akademik, tetapi juga sebagai penghubung antara guru BK dan siswa dalam memastikan setiap siswa mendapatkan bimbingan yang mereka butuhkan.
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana Mekawati, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. "Kami sangat mendukung upaya guru BK dalam membimbing siswa kelas XII. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk mencetak generasi yang kompeten dan mampu bersaing di dunia akademik maupun dunia kerja," ujarnya.
Bimbingan ini juga dirancang untuk membekali siswa menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari guru serta wali kelas, siswa MAN Sibolga diharapkan dapat memilih jurusan yang sesuai dengan potensi dan cita-cita mereka.
Program ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan sekolah dalam membimbing siswa menuju masa depan yang cerah. Dukungan penuh dari pihak sekolah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan tinggi.